Cara Lapor SPT Tahunan E filing melalui DJP Online Bagi WP Badan dan Orang Pribadi

Cara Lapor SPT Tahunan E filing melalui DJP Online Bagi WP Badan dan Orang Pribadi

DodySulpiandy.com - Pada Kesempatan kali ini, saya akan menguraikan cara lapor SPT Tahunan Efiling melalui DJP Online. 

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu  Cara Daftar di Situs DJP Online Untuk Lapor SPT Pajak Online secara Efiling , jika Anda belum membacanya dan Anda saat ini belum mendaftar di situs DJP Online, saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu dengan meng-klik tautan judul tersebut. 

Kewajiban Pelaporan SPT Tahunan PPh
Bagi anda yang telah memiliki NPWP, baik bagi Orang Pribadi maupun dalam bentuk Badan (CV, PT, Yayasan dll) diwajibkan untuk melaporkan SPT Tahunan PPh setiap tahun.

Wajib Pajak yang telah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dan melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilannya.

1.  Persyaratan subjektif adalah persyaratan yang sesuai dengan ketentuan mengenai subjek pajak dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya.

2.  Persyaratan objektif adalah persyaratan bagi subjek pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan atau diwajibkan untuk melakukan pemotongan/pemungutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan 1984 dan perubahannya. Yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun.
Pengecualian Kewajiban Pelaporan SPT Tahunan
Terdapat pengecualian terhadap kewajiban pelaporan SPT Tahunan ini, yaitu bagi Wajib Pajak yang memenuhi kondisi sebagai berikut:
1. Wajib Pajak orang pribadi yang dalam satu Tahun Pajak menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak.

2. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak menjalankan kegiatan usaha atau tidak melakukan pekerjaan bebas.

3. Joint Operation tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan dan SPT Masa PPh Pasal 25;

4. Representative office atau cabang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh maupun SPT Masal PPh Pasal 25.

Jadi apabila Anda atau Badan Usaha Anda termasuk dalam salah kriteria di atas, maka tidak perlu menyampaikan SPT Tahunan.

Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan PPh
Untuk SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi Batas waktu penyampaian SPT nya adalah paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender.

Sedangkan untuk SPT  Tahunan PPh Wajib Pajak Badan Batas waktu penyampaian SPT nya adalah paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak. Yang dimaksud dengan Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun kalender kecuali bila Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender.

Sanksi Apabila Tidak Melaporkan SPT Tahunan PPh
Sanksi Denda
Untuk keterlambatan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi akan dikenakan denda Rp. 100.000. Sedangkan Untuk keterlambatan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan akan dikenakan denda Rp. 1.000.000.

Tambahan sanksi di Pasal 13A UU KUP :
Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan atau menyampaikan Surat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, tidak dikenai sanksi pidana apabila kealpaan tersebut pertama kali dilakukan oleh Wajib Pajak dan Wajib Pajak tersebut wajib melunasi kekurangan pembayaran jumlah pajak yang terutang beserta sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 200% (dua ratus persen) dari jumlah pajak yang kurang dibayar yang ditetapkan melalui penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.

Sanksi Pidana
Bagi Wajib Pajak yang tidak menyampaikan SPT Tahunan atau menyampaikan SPT Tahunan Tapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, maka berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan UU Nomor 16 tahun 2008 Pasal 38 yang berbunyi :
Setiap orang yang karena kealpaannya:
a. tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan; atau
b. menyampaikan Surat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dan perbuatan tersebut merupakan perbuatan setelah perbuatan yang pertama kali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13A, didenda paling sedikit 1 (satu) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, atau dipidana kurungan paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 1 (satu) tahun.

Jadi, kalau Wajib Pajak tidak melaporkan SPT  atau melaporkan tapi tidak lengkap sebanyak 2 kali, maka akan dikenakan denda paling sedikit 1 (satu) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar, atau dipidana kurungan paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 1 (satu) tahun.


Cara Lapor SPT Tahunan Efiling melalui DJP Online
Pelaporan SPT Tahunan secara online atau Efiling dibagi sesuai jenis dan kegiatan Wajib Pajak. Jenis dan kegiatan Wajib Pajak adalah sebagai berikut:
1. Orang Pribadi Karyawan 
Bagi Orang Pribadi yang penghasilannya hanya dari gaji sebagai karyawan, maka saat melakukan pengisian Efiling harus menggunakan form 1770 S atau 1770 SS sesuai dengan besaran gaji selama setahun. Apabila penghasilan setahun adalah 60 juta rupiah kebawah maka harus menggunakan form 1770 SS,  sedangkan apabila penghasilan setahun lebih dari 60 juta rupiah maka harus menggunakan form 1770 S.

2. Orang Pribadi Karyawan sekaligus melakukan kegiatan usaha/Pekerjaan Bebas
Bagi Orang Pribadi pegawai/karyawan yang juga melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, maka saat melakukan pengisian Efiling harus menggunakan form 1770 / EForm.

3. Orang Pribadi yang melakukan kegiatan Usaha/Pekerjaan Bebas
Bagi Orang Pribadi yang hanya melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, maka saat melakukan pengisian Efiling harus menggunakan form 1770 / EForm.

4. Wajib Pajak Badan 
Untuk Wajib Pajak Badan maka harus menggunakan form 1771.

Note:
Untuk proses Efiling pada situs DJP Online, bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang wajib menggunakan Form 1770 maka pengisian data SPT dilakukan di aplikasi tersendiri aplikasi eSPT 1770.

Dan bagi Wajib Pajak Badan yang wajib menggunakan Form 1771 maka pengisian data SPT dilakukan di aplikasi tersendiri aplikasi eSPT 1771.

Hasil dari pengisian di aplikasi eSPT 1770 dan eSPT 1771 berupa CSV dan Cetakan itulah yang kemudian di upload melalui situs DJP Online.

Silahkan Tonton Video Berikut Untuk mengetahui Langkah-Langkah pengisian Efiling Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi  dan Wajib Pajak Badan:

A. Cara Lapor Efiling / DJP Online Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai / Karyawan Yang Wajib Menggunakan SPT 1770 SS (Penghasilan Setahun kurang dari 60 juta rupiah)



B. Cara Lapor Efiling / DJP Online Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai / Karyawan Yang Wajib Menggunakan SPT 1770 S (Penghasilan Setahun lebih dari 60 juta rupiah)



C. Cara Lapor Efiling / DJP Online Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pegawai / Karyawan Sekaligus Melakukan Kegiatan Usaha / Pekerjaan Bebas Yang Wajib Menggunakan SPT 1770 / EFORM (omset kurang dari 4,8 milyar setahun)



D. Cara Lapor Efiling / DJP Online Bagi Wajib Pajak Badan Yang Wajib Menggunakan eSPT 1771 dengan Penghasilan Non Final


E. Cara Lapor Efiling / DJP Online Bagi Wajib Pajak Badan Yang Wajib Menggunakan eSPT 1771 dengan Penghasilan Final


Sekian. Baca juga artikel dibawah ini :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel