Transaksi Yang Wajib & Tidak Wajib Dibuatkan e-Faktur

Transaksi Yang Wajib & Tidak Wajib Dibuatkan e-Faktur
DodySulpiandy.com - Bagi Anda yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka Anda memiliki kewajiban untuk membuat faktur pajak untuk setiap transaksi  penjualan barang dan/atau jasa yang yang Anda lakukan.

Namun perlu Anda ketahui bahwa sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, maka terdapat transaksi yang wajib dibuatkan e-faktur dan terdapat juga transaksi yang tidak wajib dibuatkan e-faktur.

Berikut ini kami uraikan kewajiban pembuatan e-faktur atas transaksi yang Anda lakukan.


TRANSAKSI YANG WAJIB DIBUATKAN e- FAKTUR
PKP wajib membuat e-Faktur untuk setiap: 
1. penyerahan BKP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a dan/atau Pasal 16D UU PPN; 

2. penyerahan JKP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c UU PPN.


YANG DIKECUALIKAN DARI KEWAJIBAN PEMBUATAN e- FAKTUR
Kewajiban pembuatan e-Faktur dikecualikan atas penyerahan BKP dan/atau JKP:
1. yang dilakukan oleh pedagang eceran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 PP 1 TAHUN 2012;

2. yang dilakukan oleh PKP Toko Retail kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16E UU PPN; dan

3. yang bukti pungutan PPN-nya berupa dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (6) UU PPN

Tata cara pembuatan Faktur Pajak atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang dikecualikan untuk dibuatkan e-Faktur ini mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku yang mengatur masing-masing transaksi ini.

Sekian. Baca juga artikel dibawah ini :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel