Jenis Penghasilan Yang Tidak Dapat Menggunakan Tarif Pajak 0,5% UMKM

Jenis Penghasilan Yang Tidak Dapat Menggunakan Tarif Pajak 0,5% UMKM
DodySulpiandy.com - Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu telah mulai berlaku sejak tanggal 1 juli 2018.

Dalam Pasal 2 ayat (1) PP 23 tahu 2018 disebutkan bahwa  Atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dalam jangka waktu tertentu.

Tarif Pajak Penghasilan yang bersifat final yang dimaksud adalah sebesar 0,5% (nol koma lima persen).

Namun terdapat beberapa jenis penghasilan yang tidak dapat menggunakan tarif 0,5% ini untuk perhitungan besaran pajaknya.

Hal ini disebutkan dalam pasal 2 ayat (3) PP 23 tahun 2018 yaitu berupa daftar jenis penghasilan yang  tidak termasuk penghasilan dari usaha yang dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final 0,5% yaitu sebagai berikut: 
a. penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas;    

b. penghasilan yang diterima atau diperoleh di luar negeri yang pajaknya terutang atau telah dibayar di luar negeri;    

c. penghasilan yang telah dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersendiri; dan     

d. penghasilan yang dikecualikan sebagai objek pajak.


Jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas meliputi:
a. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, / PPAT, penilai, dan aktuaris;   

b. pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, dan penari;   
 
c. olahragawan;     

d. penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;    

e. pengarang, peneliti, dan penerjemah;    

f. agen iklan;   

g. pengawas atau pengelola proyek;   

h. perantara;     

i. petugas penjaja barang dagangan; 
 
j. agen asuransi;     

k. distributor perusahaan pemasaran berjenjang atau penjualan langsung dan kegiatan sejenis lainnya.

Jadi tidak semua penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak dapat dihitung besaran pajaknya menggunakan tarif final 0,5% ini.

Sekian. Baca juga artikel dibawah ini :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel