Trik Hacks Terhangat

Konsekuensi Istri Membuat NPWP Sendiri

Konsekuensi Istri Membuat NPWP Sendiri
DodySulpiandy.com - Salam hangat.. Bagi Anda yang bertanya-tanya mengenai apakah wanita yang sudah menikah/istri boleh memiliki NPWP Sendiri atau tidak dan apabila boleh bagaimanakah kewajiban pajak atas suami dan istri yang memiliki NPWP masing-masing ini?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebagai berikut :

Pada dasarnya wanita yang sudah menikah dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP Pribadi terpisah dari NPWP suami.

Dalam perpajakan Indonesia terdapat dua alasan mengapa wanita yang sudah menikah mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP pribadi terpisah dari NPWP suami, yaitu :

1. karena menghendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta dengan suami.

2. Wanita tersebut memilih melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya terpisah dari suaminya.

Dua alasan seorang wanita yang sudah menikah untuk membuat NPWP sendiri seperti disebutkan di atas adalah sah-sah saja berdasarkan aturan perpajakan yang berlaku.

Apabila seorang istri tersebut ingin mengajukan permohonan NPWP pribadi terpisah dari NPWP suaminya maka kelengkapan dokumen persyaratan permohonan NPWP nya adalah sebagai berikut :

A. Untuk Wajib Pajak orang pribadi wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena ada perjanjian pemisahan penghasilan dan harta dengan suami, kelengkapan dokumen persyaratannya yaitu :
1. fotokopi KTP;

2. fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak suami dalam hal suami merupakan WNI, atau fotokopi dokumen identitas perpajakan di luar negeri dalam hal suami merupakan subjek pajak luar negeri;

3. fotokopi kartu keluarga, akta perkawinan, atau dokumen sejenisnya;

4. fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami; dan

5. dalam hal Wajib Pajak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, maka tambahan dokumen berupa:
    a) surat pernyataan bermeterai dari Wajib Pajak yang menyatakan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang dilakukan dan tempat atau lokasi kegiatan usaha atau pekerjaan bebas tersebut dilakukan; atau
    b) keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang menyatakan bahwa Wajib Pajak merupakan mitra usaha penyedia jasa aplikasi online,


B. Untuk Wajib Pajak orang pribadi wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena memilih melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sendiri, kelengkapan dokumen persyaratannya yaitu:
1. fotokopi KTP;

2. fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak suami dalam hal suami merupakan WNI, atau fotokopi dokumen identitas perpajakan di luar negeri dalam hal suami merupakan subjek pajak luar negeri;

3. fotokopi kartu keluarga, akta perkawinan, atau dokumen sejenisnya;

4. dalam hal Wajib Pajak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, maka tambahan dokumen berupa:
    a) surat pernyataan bermeterai dari Wajib Pajak yang menyatakan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang dilakukan dan tempat atau lokasi kegiatan usaha atau pekerjaan bebas tersebut dilakukan; atau
    b) keterangan tertulis atau elektronik dari penyedia jasa aplikasi online yang menyatakan bahwa Wajib Pajak merupakan mitra usaha penyedia jasa aplikasi online,

Bagi Anda yang ingin mengajukan permohonan Pendaftaran NPWP Istri, maka Anda hanya perlu datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat dari rumah Anda. Apabila Anda belum mengetahui alamat kantor pajak terdekat dari rumah Anda, silahkan Anda lihat alamat Kantor Pajak yang ada di wilayah Anda dalam artikel berikut => Alamat dan Nomor Telepon KPP dan KP2KP di Seluruh Indonesia . 

Konsekuensi Pajak Apabila Istri Memiliki NPWP sendiri terpisah dari suami
Apabila seorang istri memutuskan untuk memiliki NPWP sendiri terpisah dari NPWP suami maka akan menimbulkan konsekuensi dari sisi perhitungan pajak dan besaran pajak yang terutang.

Dilihat dari beberapa kemungkinan kondisi sumber penghasilan suami istri maka kepemilikan NPWP yang berbeda ini akan mengakibatkan beban pajak yang ditanggung oleh suami istri menjadi lebih besar.

Contohnya adalah sebagai berikut.

Suami dan istri merupakan karyawan. Kedua pasangan ini baru saja menikah dan memiliki 2 orang anak yang masih ditanggung sepenuhnya. Penghasilan neto atau bersih suami Rp 400.000.000/tahun dan penghasilan neto atau bersih istri Rp 200.000.000/tahun.

A. Perhitungan Pajak Apabila NPWP Istri  sama dengan NPWP suami (1 NPWP)
1. Beban pajak untuk suami 
Penghasilan netto suami = 400.000.000
PTKP atau penghasilan tidak kena pajak (K/2) = 63.000.000
Penghasilan kena pajak = 337.000.000

PPh Terutang :
5% X 50.000.000 = 2.500.000
15% X 200.000.000 = 30.000.000
25% X 87.000.000 = 21.750.000

Jumlah Pajak terutang suami = 54.250.000


2. Beban pajak untuk istri
Penghasilan netto istri = 200.000.000
PTKP (WP) = 54.000.000
Penghasilan kena pajak = 146.000.000

PPh Terutang
5% X 50.000.000 = 2.500.000
15% X 96.000.000 = 14.400.000

Jumlah Pajak terutang istri = 16.900.000

Jadi Total beban pajak yang ditanggung keluarga ini adalah jumlah pajak yang dibayar suami ditambah jumlah pajak yang dibayar istri di tempat bekerja masing-masing => 54.250.000 + 16.900.000 = 71.150.000


B. Perhitungan Pajak Apabila NPWP Istri  berbeda dengan NPWP suami (2 NPWP)
Pada saat mengisi SPT Tahunan maka harus dilakukan perhitungan khusus untuk menghitung berapa pajak terutang yang ditanggung oleh masing-masing suami dan istri.

Perhitungan khusus tersebut adalah sebagai berikut :

Penghasilan netto suami = Rp 400.000.000
Penghasilan netto istri = Rp 200.000.000

Jumlah Penghasilan netto suami dan istri = 600.000.000

PTKP (K/I/2) = 117.000.000
Penghasilan kena pajak = 483.000.000

PPh terutang
5% X 50.000.000 = 2.500.000
15% X 200.000.000 = 30.000.000
25% X 233.000.000 = 58.250.000

Jumlah pajak terutang gabungan= 90.750.000

untuk menghitung pajak terutang untuk masing-masing suami dan istri maka dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah penghasilan neto masing-masing. maka perhitungannya menjadi sebagai berikut :

- Beban PPh yang ditanggung suami
Penghasilan netto suami dibagi penghasilan netto gabungan dikali PPh terutang = 60.500.000

- Beban PPh yang ditanggung istri
Penghasilan netto istri dibagi penghasilan netto gabungan dikali PPh terutang = 30.250.000

Kesimpulannya dilihat dari poin A (1 NPWP) dan poin A (2 NPWP) diatas, maka suami istri tersebut akan menanggung beban pajak lebih besar yaitu lebih besar senilai Rp 19.600.000.


Namun perlu Anda ketahui dan perhatikan juga bahwa pada kondisi bahwa sumber penghasilan istri ternyata bersumber lebih dari satu pemberi kerja atau istri juga melakukan kegiatan usaha selain  menjadi karyawan, maka kepemilikan NPWP yang berbeda dengan suami (2 NPWP) maupun 1 NPWP dengan suami akan mengakibatkan beban pajak yang ditanggung oleh suami istri akan menjadi sama saja.

Terakhir, bagi Anda yang ingin menghapus NPWP istri agar lebih menguntungkan dalam sisi perpajakan, maka berikut ini adalah cara pengajuannya.

Cara Hapus NPWP Istri yang  memiliki NPWP Berbeda dengan Suami adalah sebagai berikut:

1. Datang ke Kantor Pelayanan Pajak atau KP2KP terdekat.
2. Isi Formulir Permohonan Penghapusan NPWP Pribadi.
3. Centang alasan yaitu ingin gabung dengan NPWP Suami.
4. Isi dan tanda tangani Surat permohonan Non Efektif.
5. Lampirkan fotokopi NPWP istri dan fotokopi NPWP suami.

Bila persyaratan permohonan penghapusan NPWP telah lengkap, maka proses penghapusan NPWP untuk Orang Pribadi maksimal adalah 6 bulan kalender. Sekian.

Baca juga artikel dibawah ini :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel