Kriteria Wajib Pajak Yang Dapat Menggunakan Tarif 0,5% UMKM


Kriteria Wajib Pajak Yang Dapat Menggunakan Tarif 0,5% UMKM
DodySulpiandy.com - Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu telah mulai berlaku sejak tanggal 1 juli 2018.

Atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam negeri yang memiliki peredaran bruto tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final dalam jangka waktu tertentu.
   
Tarif Pajak Penghasilan yang bersifat final sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 0,5% (nol koma lima persen).
   
Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu yang dikenai Pajak Penghasilan final  sebesar 0,5% yaitu:
a. Wajib Pajak orang pribadi;

b. Wajib Pajak badan berbentuk koperasi, persekutuan komanditer, firma, atau perseroan terbatas, yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun Pajak.
   

Wajib Pajak yang dapat menggunakan tarif 0,5% UMKM seperti disebutkan di atas tidak termasuk  dalam hal :    
a. Wajib Pajak memilih untuk dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a, Pasal 17 ayat (2a), atau Pasal 31E Undang-Undang Pajak Penghasilan;    

b. Wajib Pajak badan berbentuk persekutuan komanditer atau firma yang dibentuk oleh beberapa Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki keahlian khusus menyerahkan jasa sejenis dengan jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4);     

c. Wajib Pajak badan memperoleh fasilitas Pajak Penghasilan berdasarkan:       
1. Pasal 31A Undang-Undang Pajak Penghasilan; atau      
2. Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan beserta perubahan atau penggantinya; dan
     
d. Wajib Pajak berbentuk Bentuk Usaha Tetap.

Sekian. Baca juga artikel dibawah ini :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel