Penghasilan Tidak Kena Pajak Untuk Tahun 2018

Penghasilan Tidak Kena Pajak Untuk Tahun 2018
DodySulpiandy.com - Dalam perhitungan besaran penghasilan yang dikenakan pajak atau pajak yang terutang oleh wajib pajak, maka penghasilan neto wajib pajak orang pribadi terlebih dahulu dikurangkan dengan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) nya.

Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) ini bagi setiap orang berbeda-beda tergantung dari status perkawinan dan jumlah tanggungan Wajib Pajak tersebut.

Untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak dari Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri, penghasilan netonya dikurangi dengan jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak. 


Besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak Tahun 2018
Penghasilan Tidak Kena Pajak per tahun untuk tahun 2018 adalah sebagai berikut:
a. Rp 54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi sendiri

b. Rp 4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
Di samping untuk dirinya, kepada Wajib Pajak yang sudah kawin diberikan tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak.

c. Rp 54.000.000 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan  penghasilan suami
Bagi Wajib Pajak yang isterinya menerima atau memperoleh penghasilan yang digabung dengan penghasilannya, Wajib Pajak tersebut mendapat tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk seorang isteri paling sedikit sebesar Rp 54.000.000.

d. Rp 4.500.000  tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis
keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Wajib Pajak yang mempunyai anggota keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya, misalnya orang tua, mertua, anak kandung, atau anak angkat diberikan tambahan Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk paling banyak 3 (tiga) orang. 

Yang dimaksud dengan “anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya” adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh Wajib Pajak.

Penerapan ketentuan status perkawinan dan jumlah tanggungan ditentukan oleh keadaan pada awal tahun pajak atau awal bagian tahun pajak.

Misalnya, pada tanggal 1 Januari 2018 Wajib Pajak B berstatus kawin dengan tanggungan 1 (satu) orang anak. Apabila anak yang kedua lahir setelah tanggal 1 Januari 2018, besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak B untuk tahun pajak 2018 tetap dihitung berdasarkan status kawin dengan 1 (satu) anak.


Contoh Penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP):
Wajib Pajak A mempunyai seorang isteri dengan tanggungan 4 (empat) orang anak. Apabila isterinya memperoleh penghasilan dari satu pemberi kerja yang sudah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21 dan pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan usaha suami atau anggota keluarga lainnya, maka besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak A adalah sebesar Rp 72.000.000  {Rp 54.000.000 + Rp 4.500.000 + (3 x Rp  4.500.000)}.

sedangkan untuk isterinya, pada saat pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 oleh pemberi kerja diberikan Penghasilan Tidak Kena Pajak sebesar Rp 54.000.000. 

Apabila penghasilan isteri harus digabung dengan penghasilan suami, besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak A adalah sebesar Rp 126.000.000 (Rp 72.000.000 + Rp 54.000.000).

Baca juga artikel dibawah ini :

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel