Skip to main content

Cara Hitung PPh Pasal 25 Bank dan SGU dengan Hak Opsi

Cara menghitung PPh Pasal 25 untuk WP Bank, WP SGU dengan Hak Opsi. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai cara perhitungan besaran PPh Pasal 25 untuk Wajib Pajak berbentuk Bank dan Sewa guna Usaha dengan hak opsi.

   
KETENTUAN MENGHITUNG BESAR ANGSURAN PPH PASAL 25
        
Besarnya angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 untuk Wajib Pajak bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi adalah sebesar Pajak Penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas laba-rugi fiskal menurut laporan keuangan triwulan terakhir yang disetahunkan dikurangi Pajak Penghasilan Pasal 24 yang dibayar atau terutang di luar negeri untuk tahun pajak yang lalu, dibagi 12 (dua belas).

Cara Hitung PPh Pasal 25 Bank dan SGU dengan Hak Opsi

   
CONTOH PENGHITUNGAN PPH PASAL 25
        
Laporan keuangan triwulan Bank Aman selama bulan Januari – Maret 2017 menunjukkan laba sebesar Rp300.000.000. PPh ps 24 yang dibayar tahun lalu sebesar Rp50.000.000. Dengan asumsi omzet 1 tahun kurang dari Rp 4.800.000.000
        
Maka perhitungan besarnya PPh ps 25 setiap bulan untuk periode April– Juni 2017 adalah sebagai berikut :
        
Perkiraan penghasilan neto = 4 x Rp300.000.000 = Rp 1.200.000.000
        
PPh terutang = 25%x 50% x Rp 1.200.000.000 = Rp.  150.000.000
        
PPh ps 24   =            50.000.000 (-)
        
Dasar penghitungan PPh Pasal 25   =   Rp.  100.000.000
        
PPh ps 25 masing-masing untuk bulan April, Mei dan Juni 2009 = 1/12 x Rp100.000.000

=  Rp.      8.333.333

        
Apabila Wajib Pajak Bank atau sewa guna usaha dengan hak opsi adalah Wajib Pajak baru, maka besarnya PPh Pasal 25 untuk triwulan pertama adalah jumlah Pajak Penghasilan yang terutang berdasarkan perkiraan perhitungan laba rugi triwulan pertama yang disetahunkan, dibagi 12.

        
Bank Abadi berdiri dan terdaftar sebagai WP sejak 1 Januari 2017. Dalam perkiraan laporan keuangan triwulan selama Januari – Maret 2017 menunjukkan bahwa Bank tersebut akan memperoleh penghasilan sebesar Rp 200.000.000. Dengan asumsi omzet 1 tahun kurang dari Rp 4.800.000.000
        
Perkiraan penghasilan neto = 4 x Rp200.000.000 = Rp. 800.000.000
        
PPh terutang = 25% x 50%x Rp 800.000.000 = Rp. 100.000.000
        
PPh ps 25 masing-masing untuk  Januari, Februari, dan Maret 2017 = 1/12 x Rp100.000.000

=  Rp.     8.333.333

       
Sekian artikel mengenai Cara Hitung PPh Pasal 25 Bank dan SGU dengan Hak Opsi ini. Semoga dapat bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar