Skip to main content

Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak, Ini Resiko dan Solusinya

Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak, Ini Resiko dan Solusinya
Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak - Salam hangat para pembayar pajak, pada kesempatan kali ini kami akan membahas terkait dengan pertanyaan jika punya NPWP tapi tidak bayar pajak maka apakah resikonya?

Kami juga akan menguraikan solusi apabila anda yang punya NPWP tapi tidak bayar pajak.


Apa itu NPWP?

NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak yang merupakan nomor yang digunakan dalam administrasi perpajakan dan digunakan oleh Wajib Pajak sebagai identitas diri dalam melaksanakan kewajiban dan hak perpajakannya.

Tanpa nomor NPWP maka seorang wajib pajak tidak dapat melakukan pembayaran pajak dan juga meminta kelebihan pembayaran pajaknya.


Alasan Membuat NPWP

Alasan seseorang membuat NPWP bermacam-macam seperti berikut ini :

1. NPWP sebagai keperluan persyaratan melamar pekerjaan

2. Disuruh membuat NPWP oleh kantor tempat bekerja

3. NPWP sebagai syarat mengurus pinjaman ke Bank

4. NPWP sebagai syarat kelengkapan dokumen perizinan

5. NPWP sebagai syarat pengajuan Kredit perumahan

6. NPWP sebgai syarat kelengkapan berkas pencalonan calon legislatif dan kepala daerah.

Dari semua alasan seseorang membuat NPWP yang telah disebutkan di atas, maka perlu untuk Anda ketahui bahwa sebenarnya berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia, semua Warga Negara wajib untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP.

Kewajiban untuk membuat NPWP bagi setiap Warga Negara Indonesia tersebut akan kami jelaskan di bawah ini.


Kewajiban Membuat NPWP

Setiap Warga Negara Indonesia Wajib untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. Telah berumur 18 tahun

2. Telah memiliki penghasilan

Lalu bagaimana bila seseorang yang belum berumur 18 tahun namun telah memiliki penghasilan? maka solusinya yaitu atas penghasilan yang diterimanya maka pajaknya dibayar dengan menggunakan NPWP orang tuannya.

Kemudia ada lagi pertanyaan bagaimana apabila seseorang telah berumur lebih dari 18 tahun namun belum bekerja atau belum memperoleh pengahsilan karena sedang melanjutkan pendidikan?

Jawabannya adalah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku maka orang yang telah berumur lebih dari 18 tahun namun belum memiliki penghasilan maka orang tersebut tidak wajib untuk membuat NPWP.

Selain itu, Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di indonesia dan memperoleh penghasilan dari indonesia lebih dari 183 hari dalam kurun waktu 12 bulan terakhir maka baginya wajib untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP.


Fungsi dan Kegunaan NPWP

Setelah Anda mengetahui tentang kewajiban membuat NPWP, maka selanjutnya mungkin Anda bertanya-tanya mengenai apakah manfaat atau kegunaan dan fungsi dari NPWP ini.

Berikut kami sampaikan manfaat dan fungsi NPWP :

1. Sebagai identitas diri seseorang dalam menjalankan hak dan kewajiban perpajakan.

2. Sebagai tertib administrasi wajib pajak dalam sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

3. Dengan memiliki NPWP seseorang akan dipotong pajak lebih sedikit dibandingkan orang yang belum memiliki NPWP

4. NPWP dicanangkan untuk menjadi Single Identity Number (SIN) menyatu dengan kartu identitas Warga Negara yang lainnya.

5. NPWP juga dicanangkan untuk menjadi kartu pembayaran seperti kartu ATM

6. NPWP saat ini juga dijadikan menjadi dokumen kelengkapan persyaratan pinjaman atau kredit Bank, persyaratan kelngkapan perizinan usaha dan persyaratan pendaftaran calon legislatif dan kepala daerah.


Kewajiban bagi Orang yang telah memiliki NPWP

Kewajiban bagi orang atau badan usaha yang telah memiliki NPWP adalah sebagai berikut :

1. Melakukan pembayaran pajak secara bulanan apabila telah ada penghasilan.

2. Melakukan pelaporan bulanan dan pelaporan tahunan (SPT Tahunan)


Resiko Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak

Bagi pihak yang telah memiliki NPWP maka wajib membayar pajak apabila memperoleh penghasilan yang termasuk objek pajak.

Lalu bagaimana apabila seseorang punya NPWP tapi tidak bayar pajak?

Kewajiban pembayaran pajak berbeda-beda sesuai dengan kegiatan usaha atau pekerjaan seseorang atau badan usaha.

1. Untuk karyawan swasta atau honorer atau pegawai negeri maka pajaknya telah dihitung dan dipotong pajaknya oleh bendahara pemberi kerja. Jadi karyawan atau honorer atau pegawai tidak perlu memusingkan mengenai pemotongan pajaknya.

Kewajiban bagi karyawan, honorer atau PNS adalah laporan SPT Tahunan setahun sekali pada awal tahun pada bulan januari sampai dengan maret.

2. Bagi orang pribadi pengusaha maka kewajiban pembayaran pajaknya adalah setiap bulan. Selain itu juga wajib menyampaikan laporan SPT Tahunan.

3. Bagi badan usaha seperti PT, CV, maka pembayaran pajaknya juga dilakukan setiap bulannya apabila telah mulai memperoleh penghasilan. Selain itu juga wajib menyampaikan Laporan bulanan SPT Masa dan juga SPT Tahunan.

4. Untuk orang atau badan usaha yang sudah tidak ada kegiatan atau tidak ada penghasilan, maka tidak ada kewajiban untuk membayar pajak. Namun masih wajib untuk lapor SPT Masa atau SPT Tahunan saja.

Setiap orang atau badan usaha yang memiliki kewajiban pembayaran pajak seperti telah disebutkan di atas, maka apabila telah memperoleh penghasilan kemudian tidak dibayarkan pajaknya, akan mendapatkan sanksi administrasi yaitu :

- Sanksi sebesar 2% perbulan dari pajak yang tidak dibayar (maksimal 24 bulan sanksi)

- Karena apabila menggunakan tarif pp 23 tahun 2018 dalam pembayaran pajak usaha sehingga pembayaran pajak dianggap juga melaporkan pajak, maka apabila tidak membayar pajak juga akan dianggap tidak melaporkan SPT Masa sehingga dikenakan sanksi Rp. 100.000 setiap bulannya.


Solusi Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak

Untuk menghindari sanksi akibat tidak membayar pajak dan melapor SPT Masa, maka Anda mulai saat ini wajib untuk selalu menghitung dan membayar pajak untuk setiap bulannya.

Apabila Anda masih bingung dalam perhitungan dan cara pembayaran pajak, Anda dapat menghubungi atau datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang terdekat dari rumah Anda untuk menanyakan terkait permasalahan pajak Anda.


Kesimpulan

Setiap Warga Negara Indonesia yang telah memnuhi persyaratan subyektif dan obyektif wajib untuk membayar pajak dan juga melaporkan SPT Masa dan/atau SPT Tahunan.

Jenis kewajiban dan cara pembayaran pajak bagi setiap orang atau badan usaha berbeda-beda tergantung dengan jenis pekerjaan dan kegiatan usaha seseorang atau badan.

Apabila Anda tidak membayar pajak maka Anda akan dikenakan sanksi 2% perbulan dari jumlah pajak yang belum Anda bayar.

Karena untuk pph final umkm sesuai PP 23 tahun 2018 maka membayar dianggap melapor juga, maka karena Anda tidak membayar pajak maka Anda juga akan dikenakan sanksi tidak melaporkan SPT Masa sebesar Rp. 100.000 perbulannya.

Namun bagi Wajib Pajak orang pribadi maupun Wajib Pajak Badan yang tidak ada usaha atay kegiatan lagi sehingga tidak ada penghasilan, maka tidk ada kewajiban untuk membayar pajak namun harus tetap melaporkan SPT masa atau SPT Tahunan.

Solusi agar Anda terhindar dari sanksi adalah mulai saat ini Anda harus rutin untuk membayarkan pajak Anda.

Apabila Anda masih bingung mengenai kewajiban pajak Anda, maka dapat Anda tanyakan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) terdekat dari rumah Anda.

Sekian artikel mengenai Punya NPWP Tapi Tidak Bayar Pajak ini. Semoga bermanfaat. Jangan lewatkan juga artikel menarik berikut ini :
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar