Skip to main content

Solusi NPWP Tidak Valid

Cara Mengatasi NPWP Tidak Valid - Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai solusi dari status NPWP tidak valid.

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang digunakan dalam administrasi perpajakan yang digunakan oleh Wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban dan pemenuhan hak perpajakannya.


Permasalahan NPWP Tidak Valid

NPWP tidak valid kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal.

Bisa jadi karena merupakan kesalahan penulisan pada saat input nomor NPWP atau bisa juga disebabkan oleh data pada sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP)


Penyebab NPWP Tidak Valid

NPWP Tidak Valid? Inilah Solusinya

Hal yang dapat menyebabkan NPWP tidak valid yaitu :

1. NPWP telah terhapus dalam sistem Direktorat Jenderal Pajak
Banyak dari Nomor NPWP yang telah dimiliki oleh seseorang yang telah terhapus dari sistem internal DJP.

Hapusnya NPWP tersebut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu :

a. Permohonan Wajib Pajak untuk menghapuskan NPWP
Wajib Pajak yang mengajukan permohonan penghapusan NPWP dapat dilakukan dengan alasan misalkan istri yang ingin menggabungkan nomor NPWP nya dengan NPWP suami sehingga kemudian berdasarkan permohonan Wajib Pajak atas NPWP istri tersebut akan dihapuskan dari sistem DJP.

Atau karena Wajib Pajak sebagai ahli waris dan Wajib Pajak yang telah meninggal dunia mengajukan permohonan untuk penghapusan Nomor NPWP karena Wajib Pajak yang bersangkutan telah meninggal dunia sehingga berdasarkan permohonan dari ahli waris maka nomor NPWP Wajib Pajak yang telah meninggal dunia tersebut akan dihapuskan dari sistem DJP.


b. Penghapusan secara Jabatan oleh DJP
Penghapusan NPWP secara jabatan dapat dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Penghapusan NPWP secara langsung atau jabatan oleh DJP ini dilakukan ketika DJP mendapatkan data yang valid mengenai kondisi dari Wajib Pajak .

Kondisi yang dapat menyebabkan penghapusan nomor NPWP secara jabatan ini misalkan DJP mendapatkan informasi valid bahwa NPWP bendahara sekolah yang sudah tidak digunakan lagi karena sekolah tersebut memiliki NPWP ganda.

Maka berdasarkan data tersebut DJP akan melakukan penelitian dan kemudian menghapus nomor NPWP tersebut.


2. NPWP berstatus Non Efektif (NE)
Wajib Pajak yang telah memiliki nomor NPWP bisa saja merupakan wajib pajak Non Efektif dalam sistem di DJP.

Non Efektif ini dapat terjadi karena 2 hal yaitu permohonan wajib pajak ataupun secara jabatan oleh DJP.

Misalkan wajib pajak yang yang telah berusia lanjut dan tidak memiliki penghasilan lagi, maka wajib pajak tersebut dapat mengajukan permohonan non efektif atas NPWP nya.

Begitu pula apabila djp mendapatkan data dan/atau informasi valid mengenai kondisi dan kegiatan Wajib Pajak, maka DJP dapat melakukan penelitian dan kemudian menonefektifkan NPWP dari Wajib Pajak.


3. Salah dalam penulisan Nomor NPWP
Kesalahan manusiawi dalam penginputan atau penulisan nomor NPWP dapat saja terjadi.

Misalkan nomor NPWP Wajib Pajak Anton adalah 11.222.333.4-555.000 namun salah ditulis menjadi 22.222.333.4-555.000.

Kesalahan dalam penulisan ini akan berakibat NPWP tidak akan sesuai dengan yang ada dalam database DJP sehingga dianggap tidak valid.

4. Salah dalam penulisan Kode KPP
Kesalahan dalam penulisan kode KPP adalah hal yang sering terjadi terutama apabila Wajib Pajak sebelumnya pernah melakukan pindah lokasi KPP terdaftar atau pindah NPWP.

Pindah NPWP karena pindah tempat tinggal sering dilakukan oleh Wajib Pajak yang memiliki mobilitas pindah kota yang cukup sering misalkan karena tuntutan pekerjaannya.

Pindah NPWP akan memudahkan Wajib Pajak dalam mengurus masalah perpajakannya karena otorisasi pengurusan pajak akan berpindah ke Kantor Pajak di tempat yang baru.

Kemudian berdasarkan aturan perpajakan yang berlaku, maka pemindahan NPWP  ini tidak membuat kode lokasi pada NPWP ikut berubah, namun tetap menggunakan kode KPP yang lama.

Hal inilah yang kadangkala menjadi sebuah titik kekeliruan dalam penulisan nomor NPWP.

5. Nomor NPWP merupakan nomor sementara yang dihasilkan dalam pembuatan NPWP secara Online
Sering terdapat kasus dimana Wajib Pajak mengira bahwa nomor NPWP sementara yang dihasilkan ketika mendaftar NPWP secara online adalah sudah merupakan nomor NPWP yang sudah aktif dan dapat digunakan.

Maka sesuai prosedur pendaftaran Online NPWP, apabla berkas asli tidak diterima oleh KPP maka atas permohonan NPWP secara online tersebut akan dibatalkan atau ditolak.


6. Wajib Pajak memiliki NPWP ganda dan telah dilakukan penghapusan terhadap salah satu NPWP yang ganda tersebut

Wajib Pajak perlu untuk selalu menyimpan dan mengingat dokumen dan transaksi perpajakannya sehingga apabila terdapat hal-hal seperti NPWP tidak valid ini aka segera dapat mngetahui kemungkinan penyebabnya.

NPWP yang telah diajukan penghapusan NPWP maka NPWP tersebut akan dihapus dari sitem DJP dan tidak akan valid apabila akan digunakan kembali oleh Wajib Pajak.


Solusi masalah NPWP Tidak Valid

1. Cek Kembali Nomor NPWP yang Telah Anda ketik atau input dengan nomor yang tertera pada kartu NPWP atau SKT

2. Ingat dan cek kembali dokumen permohnan apakah NPWP tersebut pernah diajukan permohonan penghapusan NPWP

3. Ingat dan cek kembali apakah atas nomor NPWP tersebut pernah diajukan permohonan Non Efektif

4. Cara yang paling akurat adalah dengan menanyakan langsung ke KPP atau KP2KP tempat Anda terdaftar untuk menanyakan status NPWP tersebut. Apakah NPWP tersebut telah terhapus atau non efektif ataupun terdapt kesalahan kode KPP dalam penginputan NPWP.


Kesimpulan

NPWP tidak valid dapat disebabkan oleh banyak hal.

Yang perlu Anda lakukan adalah segera untuk menanyakan hal ini kepada petugas pajak di KPP maupun KP2KP agar segera dilakukan pengecekan terhadap nomor NPWP Anda.

DJP akan selalu memberikan solusi dari segala masalah perpajakan Anda dan pastinya semua pelayanan termasuk pengecekan NPWP valid atau tidak ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Sekian artikel mengenai Cara Mengatasi NPWP Tidak Valid ini, semoga dapat menjadi solusi masalah pajak Anda.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar