Skip to main content

Formulir Pendaftaran NPWP Badan dan Cara Pengisiannya


Formulir Pendaftaran NPWP Badan dan Cara Pengisiannya
Bagi Anda yang akan menyampaikan permohonan pendaftaran NPWP untuk Badan contohnya PT, CV, Yayasan, Lembaga, Koperasi, Perkumpulan dan lain sebagainya, maka terlebih dahulu Anda harus mengisi formulir pendaftaran NPWP Badan secara lengkap dan benar.

Pada artikel ini akan kami berikan link download Formulir Pendaftaran NPWP Badan dan Cara Pengisiannya kepada Anda. 

Silahkan Anda lanjutkan membaca untuk mengetahui cara pengisian formulirnya dan untuk link download formulir pendaftaran NPWP Badan akan kami berikut pada bagian akhir artikel ini.

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK BADAN

Jenis pendaftaran diisi dengan tanda silang (X) pada kotak Permohonan Wajib Pajak jika formulir diisi dan ditandatangani oleh Wajib Pajak, atau kotak Pendaftaran Secara Jabatan jika formulir diisi dan ditandatangani oleh Petugas.

Nomor LHV/LHP

diisi dengan nomor LHV/LHP yang mendasari pendaftaran secara jabatan.

Kategori

diisi dengan tanda silang (X) pada kotak yang sesuai dengan kategori Wajib Pajak yang akan mendaftarkan/ didaftarkan.

Status Pusat-Cabang

diisi dengan tanda silang (X) pada kotak yang sesuai.

NPWP Pusat

diisi dengan nomor NPWP induk yang telah ada, dalam hal pendaftaran Wajib Pajak dengan status cabang.

A. IDENTITAS WAJIB PAJAK

bagian ini diisi oleh Wajib Pajak selain Bendahara.

1. Bentuk Badan

diisi dengan tanda silang (X) pada kotak yang sesuai dengan bentuk badan Wajib Pajak.

2. Permodalan/Kepemilikan

diisi dengan tanda silang (X) pada kotak yang Kepemilikan sesuai dengan permodalan/kepemilikan Wajib Pajak.

3. Nama Wajib Pajak

diisi dengan nama Wajib Pajak sesuai akte pendirian.

4. Alamat Tempat

diisi dengan alamat tempat kedudukan sesuai Kedudukan akte pendirian.

5. Dokumen Dasar

diisi dengan data-data yang tercantum dalam Pendirian akte pendirian/perubahan.

6. Tahun Buku

diisi dengan periode pembukuan yang dilaksanakan

7. Jenis Kegiatan Usaha

Diisi dengan uraian kegiatan usaha yang dimiliki oleh Wajib Pajak.

8. Merk Dagang/Usaha

diisi dengan nama merk atas kegiatan usaha yang dimiliki (jika ada).

9. Identitas Pimpinan

diisi dengan data pribadi pimpinan/penanggung jawab perusahaan (Badan). Nama diisi dengan nama lengkap sesuai KTP Pimpinan/Penanggung Jawab perusahaan. Jabatan diisi dengan nama jabatan dari penanggung jawab dalam perusahaan.

10 Kebangsaan

diisi dengan tanda silang (X) pada kotak yang sesuai dengan kebangsaan penanggung jawab dilengkapi dengan nomor identitas diri (KTP/Paspor).

11 NPWP

diisi dengan nomor NPWP Wajib Pajak pribadi dari penanggung jawab.

12.Alamat Domisili

diisi dengan alamat penanggung jawab sesuai KTP/Paspor.


B BENDAHARA

1. Nama Resmi Bendahara
diisi dengan nama resmi bendahara sesuai Surat Keputusan dari instansi.

2. Nama Satuan Kerja/Instansi

diisi dengan nama Satuan Kerja/Instansi tempat Bendaharawan berada.

3. Nomor Surat Penunjukan

diisi dengan nomor Surat Keputusan penunjukan/pengangkatan sebagai Bendahara.

4. Alamat Satuan Kerja/ Instansi

diisi dengan alamat lokasi satuan kerja/instansi berada.

Identitas Pejabat Bendahara

5. Nama Pegawai yang ditunjuk

diisi dengan nama pegawai yang ditunjuk sebagai Bendahara sesuai KTP.

6. NIK/Nomor KTP

diisi dengan Nomor Induk Kependukan atau nomor KTP pegawai yang ditunjuk sebagai Bendahara.

7. NPWP

diisi dengan nomor NPWP pegawai yang ditunjuk sebagai Bendahara.

8. Alamat domisili

diisi dengan alamat pegawai yang ditunjuk
sebagai Bendahara sesuai KTP.

C. Pernyataan

Catatan : Formulir Pendaftaran Wajib Pajak ditandatangani oleh pemohon atau kuasa pemohon. Dalam hal pendaftaran secara jabatan ditandatangani oleh pengusul.




Sekian artikel Formulir Pendaftaran NPWP Badan ini, semoga dapat menjadi solusi Pajak Anda.